Copyright By www.computerandtechnologynews.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Pulo Gebang, Terminal Bus Terbesar di ASEAN Sekelas Bandara

Written By Unknown on Thursday, September 13, 2012 | 10:00 AM

Jakarta - Pemerintah provinsi DKI Jakarta tengah membangun proyek termina bus terbesar se-Asia Tenggara yang kualitasnya sekelas bandara. Dana Rp 5,5 triliun siap dikucurkan.

Ketua Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sarwo Handhayani mengatakan, pada terminal ini, arus penumpang akan diatur sedemikian rupa untuk mengurangi kepadatan.

"Akan ada pemisahan antar penumpang yang datang dan pergi, seperti bandara. Dan juga di luar kota dan dalam kota terpisah, tapi terhubung dengan baik, dan ada ruang antara yang membuat sinkron keduanya," ungkap Handhayani saat ditemui di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (13/9/12).

Dia mengatakan, terminal ini bakal dilengkapi akses jalan tol dan jalur kereta api yang akan melewati terminal ini. Dia memproyeksikan jalan tol yang akan menjadi akses ke terminal ini akan terkoneksi dengan JORR.

"Bagian dari JORR nanti. Dia juga terintegrasi dengan kereta api," sambungnya.

Tak hanya itu, Deputi Gubernur Bidang Transportasi, Perdagangan, dan Industri DKI Jakarta Soetanto Sudhodho mengatakan, terminal ini pun akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan. Terminal ini ditargetkan beroperasi paling lama 2 tahun lagi.

"Itu terminal yang agak besar, kita melihat aktivitas terminal bukan hanya tempat orang bertransfer pindah moda tapi juga sebagai titik atraksi membuat orang itu ingin datang ke sana untuk memanfaatkan transportasi," imbuhnya.

(zul/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Melemah 3 Poin, IHSG 'Melempem' ke 4.170

Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,458 poin. Euphoria pelaku pasar telah surut menanggapi kabar parlemen Jerman yang menyetujui bailout untuk Zona Eropa dan meningkatnya harapan investor terhadap stimulus dari Bank Sentral, The Fed. Adanya peledakan bom di Dubes AS yang terjadi di Libya dikecam oleh beberapa kepala negara menjadi sentimen negatif.

Sementara di dalam negeri sendiri, keputusan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga acuannya di posisi 5,75% tak membuat banyak perubahan terhadap pergerakan indeks.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.593 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.560 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi hari, IHSG dibuka naik tipis 0,108 poin (0,01%) ke level 4.174,205 atau bisa dibilang flat. Indeks sudah menanjak cukup tinggi kemarin dan mendekati area jenuh beli

Pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (12/9/2012), IHSG naik tipis 4,302 poin (0,10%) ke level 4.178,399. Sementara Indeks LQ45 menguat tipis 0,538 poin (0,08%) ke level 717,750.

Menutup perdagangan, IHSG melemah 3,458 poin ke posisi 4.170 atau 0,08% pelemahannya. Sementara indeks LQ45 juga melemah 1,324 poin ke posisi 715,888.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 158.592 kali pada volume 4,883 miliar lembar saham senilai Rp 4,192 triliun. Sebanyak 96 saham naik, sisanya 139 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Kondisi bursa saham di negara lain juga terlihat memerah. Hanya bursa di Malaysia dan Jepang yang masih menghijau.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional hingga sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai melemah 16,18 poin (0,76%) ke level 2.110,38. 
  • Indeks Hang Seng melemah 27,76 poin (0,14%) ke level 20.047,63. 
  • Indeks Nikkei 225 melonjak 35,19 poin (0,39%) ke level 8.995,15. 
  • Indeks Straits Times melemah 2,73 poin (0,10%) ke level 3.026,99. 

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Fast Food Indonesia (FAST) naik Rp 1.600 ke Rp 14.000, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.000 ke Rp 21.650, Roda Viva (RDTX) naik Rp 625 ke Rp 3.150, dan Multi Prima Sejahtera (LPIN) naik Rp 500 ke Rp 8.000.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement Tunggal Perkasa (INTP) turun Rp 450 ke Rp 19.600, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 450 ke Rp 49.300, Smart Tbk (SMAR) turun Rp 350 ke Rp 6.800, dan Lion Metal Works (LION) turun Rp 350 ke Rp 9.650.

(dru/ang)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Hatta: Masalah Korupsi, Pelayanan Publik, dan Infrastruktur Segera Perbaiki

Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengakui turunnya daya saing Indonesia akibat tiga permasalahan utama, yaitu tingginya korupsi, rendahnya pelayanan terhadap publik, dan kondisi infrastruktur yang masih minim.

"Kita tahu masalah korupsi, masalah pelayanan publik, masalah infrastruktur, segera kita perbaiki. Jadi dari sisi itu," ujar Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (12/9/2012).

Meskipun demikian, Hatta optimistis Indonesia tetap menjadi negara tujuan investasi yang menjanjikan karena telah mengantongi peringkat investment grade.

"Tapi dari sisi investment grade juga merupakan pembuktian bahwa kita layak menjadi negara tujuan investasi," pungkasnya.

Seperti diketahui, peringkat daya saing global (global competitiveness index/GCI) Indonesia kembali turun untuk periode 2012-2013, yaitu berada pada posisi 50 dari 144 negara.

Padahal pada periode 2011-2012 Indonesia berada pada peringkat 46 dari 142 negara, dan pada periode 2010-2011 pada peringkat 44 dari 139 negara. Ini menurut laporan World Economic Forum (WEF).

Bahkan selama tiga tahun terakhir tersebut, skor GCI Indonesia stagnan pada angka 4,4 (skor 1-7). Daya saing institusi, infrastruktur, efisiensi pasar tenaga kerja, dan kesiapan teknologi Indonesia tercatat memiliki nilai rendah di bawah angka 4.

(nia/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Waduk Kering, PLTG dan PLTU Jadi Andalan Selain PLTA

Jakarta - Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) dan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) jadi andalan untuk menyediakan pasokan listrik agar tetap aman saat kekeringan. Hal ini untuk mengamankan kinerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Hal ini disampaikan oleh Chairman dan Executif Direktur Centre for Petroleum and Energy Economic Studies (CPEES) Kurtubi saat ditemui detikFinance di Hotel Sari Pan Pacifik Hotel Jakarta, Kamis (13/09/12).

"Dampak kekeringan secara langsung berdampak pada kinerja PLTA, pemerintah harus tanggap maksimalkan PLTG dan PLTU agar pasokan listrik aman," katanya.

Menurut catatan Kementerian Pekerjaan Umum, Jawa Barat saat ini memasuki musim kemarau dan bahaya kekeringan. Beberapa waduk yang dijadikan tempat penampungan listrik dan dijadikan PLTA terancam dengan kekeringan ini.

Bahkan tampungan di tangki cadangan digunakan waduk Saguling untuk mengoperasikan turbin namun jumlahnya terbatas. Bila debit air terus menurun, pasokan listrik dipastikan terganggu dalam dua bulan mendatang.

"Pembangkit Listrik Uap dan gas harus maksimal. Ini solusi jangka pendek, seperti maksimalkan PLTU di Paiton Jawa Timur itu cara satu-satunya," imbuhnya.

Bernasib sama dengan Saguling, PLTA Jatiluhur, yang berada di Purwakarta, hingga kini memang masih berfungsi, tetapi tidak maksimal. Dari 6 turbin, tinggal 4 yang hidup. Dengan demikian, kapasitas PLTA itu menjadi 100 Mw yang biasanya mencapai 150 Mw.

Ketinggian air Waduk Jatiluhur dalam tiga hari terakhir terus menyusut rata-rata 20 cm per hari. Kemarin, ketinggian air pada posisi 95,51 meter. "Pasokan batubara dan gas harus optimal, bukan tidak mungkin jika ini terganggu maka pasokan listrik Jawa akan terganggu," tutupnya.

(wij/hen)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Naikkan Harga Premium Jadi Rp 6.000, Cara Paling Ampuh Tekan Subsidi

Jakarta - Wacana kenaikan harga BBM subsidi dari Rp 4.500 per liter saat ini menjadi Rp 6.000 per liter merupakan cara paling ampuh untuk menekan laju subsidi BBM.

"Harga dinaikan menjadi Rp 5.000-6.000 itu alternatif yang baik, setelah tidak ada alternatif lain," kata Pengamat Migas Kurtubi saat ditemui di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan Thamrin, Jakarta, Kamis (13/9/2012).

Dikatakan Kurtubi, wacana untuk membatasi penggunaan BBM subsidi untuk mobil 10 liter per hari tidaklah tepat. Menurut Kurtubi, ide pembatasan tersebut merupakan pemaksaan dan pemerintah sudah buntu berpikir.

"Tak efektif, itu memaksa dan hal ini jelas akan memicu keresahan sosial. Siapa yang harus bertanggung jawab jika terjadi keresahan sosial," ungkap Kutubi.

Kurtubi menambahkan, ide pemerintah membatasi konsumsi BBM subsidi untuk mobil akan mengganggu pertumbuhan ekonomi yang saat ini sedang tumbuh. Pemerintah seharusnya menghitung dengan cermat kuota yang berdasarkan pada kebutuhan nyata.

"Pertumbuhan ekonomi akan terganggu loh, makanya harus dihitung berdasarkan kebutuhan nyata," paparnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan, harga BBM subsidi di Indonesia di Indonesia sudah seharusnya naik. Perbedaan harga BBM subsidi (Rp 4.500) dengan harga pertamax (Rp 9.500) membuat orang ogah pake BBM non subsidi.

Rudi mengatakan, harga BBM subsidi di Indonesia minimal harus dinaikkan hingga Rp 6.000 per liter. Harga BBM subsidi bisa dinaikkan bertahap atau dicicil Rp 500 per liter sampai mencapai Rp 6.000 per liter.

"Di dunia ini hanya belasan negara saja yang masih harga BBM-nya Rp 4.500. Ratusan negara lainnya sudah di atas. Di ASEAN saja, negara yang PDB-nya di bawah Indonesia seperti Thailand, Vietnam harga BBM sudah Rp 12.000-14.000. Indonesia ini sudah sekarang net importir juga mensubsidi tidak apa-apa tapi jangan jor-joran dari Rp 9.800 kok cuma Rp 4.500," kata Rudi.

(wij/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Cerita Mantan Bos Merpati: di Balik Tudingan Terima Dana Rp 800 Juta

Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Merpati Nusantara Airlines, Sardjono Jhony Tjitrokusumo baru saja meluncurkan buku berjudul 'Merpati Pekerjaan Rumah Yang Belum Selesai'. Namun dalam pembuatan buku tersebut dirinya sempat mendapatkan fitnah yakni menerima dana Rp 800 juta dari Merpati.

"Ada orang dalam Merpati ngomong kalau pembuatan buku saya itu dibiayai dari Merpati Rp 800 juta," kata Sardjono kepada detikFinance, di Kantor Merpati Lantai 12 Gedung Basarnas, Kamis (13/9/2012).

Dikatakannya, padahal itu fitnah, namun fitnah tersebut sudah menyebar kemana-mana bahkan sampai di Kementerian BUMN dan lainnya.

"Fitnah itu menyebar kemana-mana sampai ke Kementerian BUMN juga, padahal biaya pembuatan buku tersebut dari uang saya sendiri Rp 80 juta, Tim kami buat dari dikamar hotel bintang 1 sampai ditikar rumah saya, sampai sikat gigi pun pakai lontong sayur, agar buku ini selesai," ungkapnya.

Tujuan Sardjono membuat buku tersebut sebagai bentuk penjelasan dan tanggung jawab yang belum sempat ia sampaikan kepada pemegang saham karena keburu dipecat atau dalam bukunya ditulis 'dikudeta'.

"Buku ini sebagai pejelasan dan tanggung jawab saya yang belum sempat saya sampaikan kepada pemegang saham karena keburu diberhentikan," katanya.

Dalam bukunya tersebut, Sardjono mengaku hingga sampai saat ini belum tahu alasan dirinya dipecat dan digantikan Komisaris Utama Merpati yakni Rudy Setyopurnomo sebagai Dirut yang baru.

"Tanggal 14 Mei 2012 Diputi Bidang Usaha Infrasruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin atas nama Menteri BUMN resmi melengserkan Jhony panggilan akrabnya. Namun dirinya tidak mengetahui alasan pemecatan tersebut dasarnya apa, apakah karena surat pengundurun diri yang pernah saya lakukan?," tulisnya dalam bukunya.

Namun waktu itu Sumaryanto mengatakan alasan utama pencopotan dirinya sebagai Dirut Merpati adalah kerena usulan pengunduran diri pada RUPS pada 31 Januari 2012.

"Usulan itu kan sudah jelas ditolak Menteri BUMN, dan kalau kinerja yang kurang baik pada 2011 kan karena tertundanya PMN Rp 561 miliar yang terlambat 9 bulan dari yang direncanakan," tandasnya.

(rrd/dru)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Proyek 6 Tol Dalam Kota Jakarta, Sunter-Pulo Gebang Jadi Prioritas

Jakarta - Pemerintah daerah DKI Jakarta dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menggarap 6 ruas tol dalam kota. Untuk tahap awal, ruas Sunter- Pulo Gebang akan mendapat prioritas untuk dibangun.

Dari 6 tol proyek ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu proyek jangka pendek (2011-2015) dan jangka menengah (2016-2020). Proyek yang termasuk ke dalam proyek jangka pendek ialah Sunter – Pulo Gebang, sedangkan yang termasuk ke dalam proyek jangka menengah ialah Duri Pulo – Kampung Melayu, Ulujami – Tanah Abang, Kemayoran – Kampung Melayu, Pasar Minggu – Casablanca

"Pemenrintah Provinsi DKI jakarta telah memprakarsai pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota Jakarta," ungkap Staf Ahli Kementerian PU bidang Ekonomi dan Investasi, Setiabudi Algamar di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta (13/9/12).

Ke enam ruas jalan tol yang dimaksud meliputi Rawa Buaya - Sunter (18,95 km), Sunter - Pulo (14,73 km), Duri Pulo - Kp. Melayu (11,38 km), Ulujami - Tanah Abang (8,27 km), Kemayoran - Kp. Melayu (9,64 km), dan Pasar Minggu - Casablanca (9,56 km).

Setiabudhi menambahkan, keseluruhan proyek ini merupakan bentuk kerjasama yang konkret antara pemerintah pusat yang dalam hal ini adalah Kementerian PU dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

"Pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota ini merupakan bentuk kongkrit Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan Kementerian PU dalam rangka mengurangi kemacetan di area Jabodetabek," katanya.

(zul/hen)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Pertamina: 170 Truk BBM Tak Sampai ke SPBU, Itu Bohong!

Jakarta - Pihak Pertamina membantah adanya 170 truk pengangkut BBM dari depo Pertamina di Kalimantan Barat yang tidak sampai ke SPBU, seperti yang ditemukan oleh Badan Pengatur Kegiatan Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Humas Pertamina Kalimantan Bambang Irianto kepada detikFinance, Kamis (13/9/2012).

"Kami luruskan, tidak ada hal tersebut terjadi di Kalimantan, mana mungkin ada sampai 170 truk BBM keluar dari depo dalam dua minggu tidak terkirim sampai ke SPBU," ujar Bambang.

Dikatakan Bambang, tak mungkin dalam dua minggu ada 170 truk BBM yang keluar dari depo Pertamina. "Tidak mungkin sekali dua minggu ada 170 truk yang tidak sampai ke SPBU. Artinya dalam sehari ada 4 truk yang tidak datang ke SPBU, memangnya jumlah SPBU di Kalimantan Barat berapa? Kuotanya berapa? Kalau segitu banyak sekali," cetus Bambang.

Diungkapkan Bambang, dirinya juga telah mengecek langsung ke Sales Representatif (SR) Pertamina di Kalimantan Barat dan Kepala Dinas Perindustrian di sana, namun tidak ada data temuan seperti yang diungkapkan BPH Migas.

"Kita sudah cek ke SR dan Kepala Dinas Perindustrian Kalbar, tidak ada data yang seperti diungkapkan BPH Migas kalau ada temuan selama 170 truk BBM tidak sampai ke SPBU di Kalimantan," ungkapnya lagi.

Bahkan kata Bambang, tidak ada surat teguran yang dilayangkan oleh BPH Migas kepada Pertamina atas kejadian tersebut apalagi SBPU yang dibekukan operasionalnya.

"Semua SPBU beroperasi semua, tidak ada yang dibekukan. Kami juga tidak pernah terima surat teguran dari BPH Migas karena kejadian tersebut tidak ada, bohong itu," tegasnya.

Sebelumnya, Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto menyatakan telah menegur keras Pertamina. Ini karena adanya temuan 170 truk tangki BBM di Kalimantan Barat yang keluar dari depo BBM, tapi tak terkirim ke SPBU.

(rrd/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

US win means the world - Murray

Written By Unknown on Tuesday, September 11, 2012 | 11:23 AM

Andy Murray says his US Open win "means the world" and that he is relieved to have ended Britain's long search for another male Grand Slam champion.

The Scot, 25, beat Novak Djokovic in five sets to claim his first major.

"It is what I have been working towards for the last 10 years of my life," Murray told BBC Sport in New York. "It means the world to me."

Analysis

"Andy Murray's nerve-mangling, history-making US Open triumph over Novak Djokovic was many things: one of the great finals of the modern era, a late-night thriller from the city that never sleeps, a breath-taking demonstration of physical strength and mental fortitude. It was also the perfect bookend to a few months that British sport can scarcely believe and will never forget."

The last British man to win a Grand Slam title was Fred Perry, who won the US Open in 1936, 76 years ago.

Murray has long been tipped to emulate Perry, who won eight majors, but had lost in his four previous Grand Slam finals.

He finally ended his barren run at the fifth attempt, beating defending champion and world number two Djokovic 7-6 (12-10) 7-5 2-6 3-6 6-2 in a contest at Flushing Meadows that lasted almost five hours.

"I think everyone is in a little bit of shock that it has happened," said Murray, speaking to the media after his win. "I've seen my mum after I've lost Slam finals and she has been really upset. Everyone's really happy.

"It is hard to explain. It has been a long, long journey to this point, so I don't know if it is disbelief or whatever, but I am very, very happy on the inside. I'm sorry if I'm not showing it as you would like."

Judy Murray hugs Kim Sears after Andy Murray's win in the US Open

Please turn on JavaScript. Media requires JavaScript to play.

Asked what it felt like to end Britain's lengthy wait for a male Grand Slam winner, Murray replied: "I've been reminded of that most days of my life for the last few years. It's great to have finally done it and I don't need to get asked that anymore."

Murray said the disappointment of losing to Roger Federer in the Wimbledon final in July was tough to take but added he was proud of the way he had reacted, beating Federer to win Olympic gold last month and now Djokovic to win his first major.

"To come back in the next Grand Slam and to win it in a five-set match against Djokovic on a hard court - he hasn't lost for a couple of years on a hard court in a Grand Slam - is unbelievable," said Murray.

Sir Alex Ferguson on Andy Murray's US Open win

"I'm really proud for the boy. That was a real test of a champion for me. I love watching tennis. It was more nerve-wracking than a Premier League match. I'm usually in control of my own situation but I wasn't in control tonight."

He said it would have been hard to recover had he lost a fifth major final.

"I'm very, very happy to come through," he said. "If I had lost this one from two sets up, it would have been tough to take."

Asked what had been the key to success at Flushing Meadows, Murray said: "I have kept improving.

"I have worked hard all the time, even after the tough losses. I have had a fairly solid team around me as well for a long time."

He also credited coach Ivan Lendl after teaming up with the former world number one and eight-time Grand Slam winner in January.

Tim Henman

Please turn on JavaScript. Media requires JavaScript to play.

Murray can win more slams - Henman

"Having Ivan Lendl around has definitely helped, not just me but the rest of the team as well, having someone of his experience, especially in these situations," said Murray.

"He's got his name on that trophy three times and made the final eight times in a row. It really helps having him around."

Murray said he also hoped his win "inspires some kids to play tennis" and "takes away the notion that British tennis players choke or don't win".

He also insisted British tennis was "in a good place right now" and praised the achievements of Laura Robson, with whom he won Olympic silver in the mixed doubles, and junior Liam Broady.

"Laura's done very well, the Olympics was great for us and Liam Broady was in the final here in the juniors," said Murray. "I hope it stays that way."


11:23 AM | 0 komentar | Read More

Pupils in GCSE grade 'border war'

11 September 2012 Last updated at 12:53 ET By Sean Coughlan BBC News education correspondent
Welsh Education Minister Leighton Andrews

Please turn on JavaScript. Media requires JavaScript to play.

Welsh Education Minister Leighton Andrews: Pupils "need to know where they stand"

Pupils in England who took the disputed GCSE English exam could end up with a lower grade for exactly the same work as their counterparts in Wales.

This follows an order from the Welsh government to regrade GCSEs in Wales.

The WJEC exam board says it is being told to raise GCSE grades in Wales while keeping them down in England.

The exam board says it wants conflicting regulators, Ofqual and the Welsh government, to find a more "coherent and rational way forward".

Head teachers earlier told the education select committee that many schools had been angered by what they thought had been unfair GCSE English results.

But Glenys Stacey, head of Ofqual, told the education select committee that she rejected claims of any unfair manipulation of results or suggestion of political interference.

'Difficult and unexpected'

"We played our proper part," she told the investigation into this summer's controversial GCSE exam grades - and ruled out any further change in grades in England.

But the Welsh exam board, WJEC, has been ordered by the education minister in Wales to regrade the results in the disputed English exam - a requirement that would only apply to pupils in exam centres in Wales.

Continue reading the main story
  • Issues with GCSE English grading emerged as results reached schools last month
  • Heads suggested the exams had been marked over-harshly after Ofqual told exam boards to keep an eye on grade inflation
  • Exam boards told reporters grade boundaries had changed significantly mid-way through the year
  • Alterations were as much as 10 marks
  • Heads complained pupils who sat GCSE English in the winter might have got a lower mark had they sat it in the summer
  • Their unions called for an investigation and some mentioned legal action
  • Ofqual held a short inquiry but refused to order regrading

Welsh Education Minister Leighton Andrews said on Tuesday that pupils should not have to "live with the consequences of having been awarded what, in all likelihood, is the wrong GCSE grade" - and promised "swift resolution of injustice".

This places the exam board - which has more candidates in England than Wales - in what it calls a "difficult and unexpected position".

"We now find one regulator confirming that the decision made was correct, and another asking us to re-grade, reversing the previous joint decision," says a spokesman for the WJEC exam board - which is believed to be the second biggest provider in the UK for this exam.

This would mean that within the common currency of the GCSE, there could be different levels of awards for the same piece of work from the same exam board, depending on whether the exam was taken in Wales or England.

The select committee had also been told by Ofqual that there had been concerns that pupils in Wales were performing at a lower level than in England - and that this had caused difficulties in setting grades with the WJEC exam board.

This confusion over the value of GCSEs comes against a background in which Education Secretary Michael Gove is preparing to overhaul the GCSE system for pupils in England.

'Major flaws'

On Tuesday morning, MPs on the education select committee had heard accusations from head teachers' leader Brian Lightman that there had been "major flaws" in this year's GCSE English grades.

Mike Griffiths, head of Northampton School for Boys, told the select committee that the unreliability of the results in his school showed that "Ofqual failed to maintain standards".

Pupils who were given a D grade rather than the expected C grade could mean that difference between staying on at school or dropping out and becoming a Neet, said Kenny Fredericks, head of George Green's School in east London.

Head teachers' leader Brian Lightman

Please turn on JavaScript. Media requires JavaScript to play.

Brian Lightman: "Implementation of new examination was deeply flawed"

Mr Lightman, leader of the Association of School and College Leaders, told MPs that he believed that the exam grades for pupils taking the English GCSE in the summer had been been forced downwards in an attempt to balance an "over-generous" marking in January - in a way that was unfair for individual students.

But Ms Stacey defended Ofqual's role in ensuring that the grades awarded for exams accurately reflected the level of achievement.

She said there had been many "significant unknowns" in changes to modules of the GCSE English exam, which had to be resolved in the final awarding of grades.

Ofqual says that the June grade boundaries were set at the right level, but has acknowledged there was a problem with the January boundaries - and it has continued to refuse to order exam boards to regrade this year's exams.

Before the committee took evidence, the Times Educational Supplement published letters revealing the pressure put on one of England's largest exam boards, Edexcel to change its grade boundaries - in a way that prevented a rise in grades.

Ms Stacey told the select committee that if the exam board had not complied, she would have used her powers to force them to change the grades.


11:23 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger