Copyright By www.computerandtechnologynews.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Istri Gita Wirjawan Ikut Jualan Kerajinan RI di Milan

Written By Unknown on Friday, September 14, 2012 | 10:00 AM

Jakarta - Pemerintah makin gencar menggaet para pelaku usaha produsen kerajinan dalam negeri untuk mempromosikan produknya hingga ke luar negeri.

Baru-baru ini, Kementerian Perdagangan bersama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mengikuti pameran kerajinan terbesar MACEF di Milan, Italia. Sebanyak 20 perusahaan kerajinan lokal diboyong.

Ketua Dekranas Bidang Pameran dan Kerja Sama Luar Negeri Yasmin Wirjawan yang juga istri Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, memimpin rombongan perusahaan lokal yang mengikuti pameran yang berlangsung 6-9 September 2012 lalu.

"Indonesia, dengan keanekaragaman budaya, keindahan alam serta kreativitas masyarakatnya, telah mampu menghasilkan produk kriya berkualitas tinggi dengan bahan baku dan proses yang alami sehingga menghasilkan produk yang berkualitas dan ramah lingkungan. Perempuan Indonesia khususnya di daerah-daerah juga berperan dominan dalam proses kreatif pembuatan produk kriya," kata Yasmin dalam siaran pers yang dikutip, Jumat (14/9/2012).

Dalam pameran tersebut, Indonesia membuka paviliun bernama 'Rumah Indonesia'. Harapan Indonesia mengikuti pameran MACEF kali ini untuk dapat mengangkat citra produk kerajinan Indonesia sekaligus meningkatkan ekspor Indonesia ke Eropa khususnya Italia.

Pameran ini diikuti oleh 1.570 peserta. Jumlah ini menurun dibandingkan penyelenggaraan Januari 2012 yaitu 1.877 perusahaan. Pengunjung pameran ini mengalami penurunan disebabkan oleh krisis ekonomi yang melanda Eropa dan berdampak terhadap penurunan daya beli masyarakat Eropa.

Produk yang dijual antara lain adalah kain songket, batik, dan juga bahan dasar logam, anyaman (rotan), tekstil, kaca, batu, kulit, dan serat alam/kayu yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selama pameran berlangsung tercatat telah terjadi transaksi trial order senilai 10.500 euro untuk produk handbag and clutch dari buyer Italia dan kontrak dagang US$ 300.000 untuk pengiriman green coffee bean ke Trieste, Italia yang dimulai pada Maret 2013. Selain itu tercatat juga transaksi on the spot lebih dari 2.000 euro untuk produk kain tenun, tas tangan & clutch, basket & box, laptop case & pen case.

(dnl/wep)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Kemenkeu Desak DPR Setujui Tambahan Kuota BBM Bersubsidi

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) meminta agar pemerintah dan DPR RI menyetujui penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) terlebih dahulu guna menjaga stabilitas di kalangan masyarakat. Sementara masalah tambahan anggaran untuk membayar kelebihan kuota, hal tersebut dapat ditanggung pembayarannya pada tahun depan.

Demikian disampaikan Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (14/9/2012).

"Sekarang yang penting dapat kuotanya dulu. Nanti tinggal diputuskan apakah akan dibayar tahun ini atau tahun depan. Kalau carry over nanti terlalu banyak. Jadi harus diputuskan juga apakah harus dibayar tahun ini atau sebagian tahun depan," ujarnya.

Pembayaran kelebihan kuota ini, lanjut Bambang, bisa dilakukan setelah audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Kita kan selalu ada carry over karena harus ada yang diaudit dulu. Bukan karena yang belum dianggarkan dipindah ke tahun depan. Jadi yang penting dengan Banggar nanti kita sepakat dulu mengenai berapa besaran yang akan dibayar untuk anggaran 2012 ini," tandasnya.

(nia/dru)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Incar 5 Miliar Barel Minyak, Chevron Kuras Sumur Tua di Riau

Jakarta - PT Chevron Pacific Indonesia akan melakukan injeksi kimia surfactant di Lapangan Minas, Riau pada Oktober 2012. Ini untuk menyedot cadangan minyak yang tersisa di lapangan tersebut sekitar 4-5 miliar barel.

"Akan dilakukan ujicoba injeksi surfactant di lapangan Minas pada Oktober 2012 untuk mengangkat minyak lebih banyak lagi," kata Kepala Divisi Humas Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minya dan Gas Bumi (BP Migas) Hadi Prasetyo ketika ditemui di Kantor BP Migas Pusat, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Subfactant merupakan cairan kimia seperti sabun yang mengurangi kerekatan minyak pada bebatuan. Injeksi materi ini ke dalam sumur-sumur produksi diharapkan akan mampu mengangkat lebih banyak minyak dari lapangan Minas.

Menurut Hadi, uji injeksi tersebut bertujuan untuk mengincar sisa cadangan minyak Minas yang mencapai 4-5 miliar barel.

"Cadangan minyak di Minas mencapai 9 miliar barel dan sudah mengucur keluar sekitar 4,5 miliar barel," jelasnya.

Saat ini produksi minyak di Minas mencapai 178.000 barel per hari.

"Tetapi karena usianya yang sudah cukup tua, produksi minyak di lapangan Minas tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional. Butuh teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk mengangkat lebih banyak minyak dari lapangan yang mulai berproduksi di 1962 ini," tandasnya.

Seperti diketahui, teknologi EOR yang sudah diterapkan dilapangan ini adalah water injection. Injeksi surfactant merupakan teknologi EOR lanjutan yang dikembangkan untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi dari lapangan ini.

Fasilitas injeksi surfactant di Minas sudah mulai dibangun semenjak empat tahun lalu. Semenjak awal desember, uji coba (commissioning) fasilitas ini dilakukan dan apabila proses ini berjalan sesuai rencana, uji coba injeksi surfactant ke dalam enam sumur akan dilakukan Oktober. Hasil ujicoba ini menjadi dasar untuk evaluasi penerapan teknologi ini pada skala yang lebih besar.

Proyek injeksi surfactant di Minas merupakan proyek injeksi surfactant terbesar di dunia saat ini. Selain injeksi surfactant, pada tahun ini, uji coba lapangan juga rencananya akan dilakukan pada proyek EOR Tanjung (PT Pertamina EP), dan Proyek EOR Kaji (PT Medco E&P Indonesia).

Proyek-proyek EOR ini adalah proyek jangka panjang yang membutuhkan waktu beberapa tahun untuk memberikan hasil yang signifikan pada peningkatan produksi minyak bumi.

(rrd/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Akhirnya, Ada Tambahan Lahan Pertanian Baru 300.000 Hektar di Kalteng

Jakarta - Pemerintah berencana akan membuka lahan seluas 300.000 hektar di Kalimantan Tengah (Kalteng). Rencana ini merupakan hasil koordinasi antara Kementerian Pertanian dengan Kementerain Kehutanan.

"Kementerian Pertanian dan Kementerian Kehutanan sudah rencana buka lahan sekarang sedang identifikasi di Kalimantan Tengah,' ungkap Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (14/9/12).

Ia mengatakan, rencana ekstensifikasi lahan ini ditargetkan akan terealisasi pada akhir tahun ini. Sehingga bisa difungsikan untuk lahan pertanian dan perkebunan. "Kira-kira akhir tahun ini lah," sambungnya.

Rusman menambahkan lahan 300 ribu hektar ini akan dilepas kepada BUMN untuk ditanami komoditi-komoditi unggulan. "Nanti urusan mau ditanam padi, kedelai, atau apa urusan BUMN mau ditanam apa," sambungnya.

Sebelumnya, rencana ekstensifikasi lahan ini akan berlokasi di Kalimantan Timur. Namun, ada beberapa masalah yang dihadapi terkait ketersediaan lahan tersebut.

"Kalau yang di Kalimantan Timur itu kan urusannya Pemda sana, kalau yang di Kalimantan Tengah ini antara Kementerian Kehutanan dan Kementerian Pertanian," pungkasnya.

(zul/hen)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Setor Rp 77,5 Miliar, Astra Otopart Dirikan 2 Perusahaan Komponen di Karawang

Jakarta - PT Astra Otopart Tbk (AUTO) kembali mendirikan dua anak usaha baru yang akan memproduksi komponen kendaraan bermotor. Perusahaan yang menjadi bagian dari grup Astra ini telah menyetorkan modal total Rp 77,5 miliar.

Direktur Astra Otopart Robby Sani, menjelaskan, anak usaha pertama bernama PT Autoplastik Indonesia yang siap memproduksi plastik part komponen kendaraan bermotor.

Hasil produksi ini untuk mensuply kebutuhan produsen (OE) 4W. Autoplastik Indonesia berlokasi di Karawang dan seluruh sahamnya dipegang AUTO.

Anak usaha kedua, PT Velasto Indonesia dengan prouksi komponen berupa ban dalam (tube) untuk suplai kebutuuah OE 2W, selang (hose) untuk suply kebutuhan OE 2E & 4E, dan transmission belt untuk kebutuhan OE 2W. Velasto juga berlokasi di Purwakarta dengan penempatan modal ditempatkan dan disetor penuh Rp 2,5 miliar.

AUTO juga menjadi pemegang penuh atas saham PT Velasto Indonesia. "Pendirian perusahaan tersebut tidak mengangung unsur benturang kepentingan dan nilainya tidak cukup material yaitu kurang dari 20% dari ekuitas," katanya.

(wep/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Pemilukada DKI Putaran Dua, BI dan Bursa Efek Tetap Buka

Jakarta - Bank Indonesia (BI) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan operasional perbankan dan perdagangan bursa tetap buka meskipun ada Pemilihan Umum Gubernur DKI Jakarta.

Juru Bicara BI, Difi Johansyah mengatakan operasional BI antara lain BI-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan BI-Scripless Securities Settlement System (BI-SSSS), serta Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) tetap beroperasi.

"Bank tetap buka dan BI sendiri sama seperti Pilkada sebelumnya tetap berjalan seperti biasa," ungkap Difi ketika dihubungi, Jumat (14/9/2012).

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo juga mengatakan hal yang sama. Perdagangan di BEI tetap buka selama Pemilihan Umum DKI-1. "Sama seperti Pilkada yang sebelumnya berlangsung," ujar Uriep.

Seperti diketahui, KPU DKI Jakarta telah menyusun jadwal dan tahapan Pemilu DKI Jakarta, termasuk untuk putaran II. Pemungutan suara babak penentuan ini akan digelar 20 September 2012.

(dru/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Wamentan: Swasembada Kedelai 2014 Perlu Lompatan Besar

Jakarta - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Rusman Heriawan mengatakan untuk mencapai swasembada kedelai tahun 2014 nanti, harus ada usaha-usaha yang keras. Kenyataanya saat ini produksi kedelai dalam negeri hanya sepertiga dari kebutuhan per tahun.

"Sekarang produksi kita 800 ribu ton, untuk mengejar 2,5 juta ton swasembada pada tahun 2011. Itu apa kita yakin bisa kita capai. Saya katakan itu bisa tapi dengan lompatan besar," ungkap Rusman pada acara Diskusi Pertanian Berkelanjutan, di Jakarta, Jumat (14/9/12).

Ia mengatakan, ada 2 usaha yang bisa lakukan untuk mencapai ini. Yang pertama menurutnya, pemerintah harus menyediakan lahan tambahan untuk komoditi ini dengan syarat tidak diganggu oleh tanaman lain.

"Ada 2 yang bisa kita lakukan, yang pertama dengan memperoleh lahan kedelai baru yang tidak diganggu oleh tanaman lain, karena kedelai itu the loser. Karena harga menjadikan orang lebih senang nanam jagung," katanya.

Rusman menambahkan langkah kedua adalah dengan menanam bibit unggul untuk kedelai.

"Bagaimana kita bisa mencari bibit unggul yang bisa meningkatkan produktivitasnya, rata-rata kan selama ini kita 1,4 1,5 ton per hektar kalau bisa 2 ton lah," tambahnya.

Menurutnyan ini merupakan 2 langkah penting jika pemerintah ingin benar-benar mencapai swasembada kedelai tahun 2014 nanti.

"Saya kira itu bisa tercapai, sekali lagi kalau peningkatan produksi hanya meningkatkan produktivitas dengan mencari bibit unggul, itu nggak akan bisa kecapai," pungkasnya.

(zul/hen)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Kedelai Bahan Baku Tempe RI Jadi Pakan Ternak di AS

Jakarta - Tahukan Anda, komoditi kedelai kuning yang menjadi bahan baku tempe dan tahu di Indonesia ternyata dipakai pakan ternak di Amerika. Meski peruntukannya berbeda, kedelai ini tetap aman dikonsumsi.

Hal ini diungkapkan oleh Pakar Pertanian, Bustanul Arifin usai acara Diskusi Pertanian Berkelanjutan di Jalan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/12).

"Terus terang, kedelai kuning yang Anda makan itu untuk pakan ternak di Amerika," ungkapnya.

Namun hal ini masih tergolong aman. Karena menurutnya, komoditi jagung yang sudah kering pun acap kali digunakan untuk pakan ternak.

"Saya bukan pakar kesehatan, tapi sebetulnya mungkin tidak bahaya," katanya.

Menurutnya, sampai tahun 2011, impor kedelai sudah mencapai 5 juta ton. Ini terdiri dari tiga jenis kedelai, yakni biji kedelai kuning sebagai bahan baku tempe dan tahu, bungkil kedelai sebanyak 3 juta ton, dan sedikit porsi dari minyak kedelai.

Secara terpisah, Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heryawan mengatakan, kini komoditi kedelai ini semakin menurun. Bahkan kedelai disebut sebagai 'pecundang' diantara dua komoditi lain yaitu jagung dan padi.

Dia mengatakan, para petani pun lebih memilih untuk menanam jagung atau padi dibandingkan menanam kedelai. Pasalnya, harga jual dari jagung lebih menjanjikan dibanding kedelai.

"Jagung lebih menguntungkan. Kedelai harganya Rp 4.000. Kedelai itu the loser, orang lebih senang nanam jagung," ungkap Ruswan.

(ze/wep)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Kedelai Bahan Baku Tempe RI Jadi Pakan Ternak di AS

Jakarta - Tahukan Anda, komoditi kedelai kuning yang menjadi bahan baku tempe dan tahu di Indonesia ternyata dipakai pakan ternak di Amerika. Meski peruntukannya berbeda, kedelai ini tetap aman dikonsumsi.

Hal ini diungkapkan oleh Pakar Pertanian, Bustanul Arifin usai acara Diskusi Pertanian Berkelanjutan di Jalan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (14/9/12).

"Terus terang, kedelai kuning yang Anda makan itu untuk pakan ternak di Amerika," ungkapnya.

Namun hal ini masih tergolong aman. Karena menurutnya, komoditi jagung yang sudah kering pun acap kali digunakan untuk pakan ternak.

"Saya bukan pakar kesehatan, tapi sebetulnya mungkin tidak bahaya," katanya.

Menurutnya, sampai tahun 2011, impor kedelai sudah mencapai 5 juta ton. Ini terdiri dari tiga jenis kedelai, yakni biji kedelai kuning sebagai bahan baku tempe dan tahu, bungkil kedelai sebanyak 3 juta ton, dan sedikit porsi dari minyak kedelai.

Secara terpisah, Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heryawan mengatakan, kini komoditi kedelai ini semakin menurun. Bahkan kedelai disebut sebagai 'pecundang' diantara dua komoditi lain yaitu jagung dan padi.

Dia mengatakan, para petani pun lebih memilih untuk menanam jagung atau padi dibandingkan menanam kedelai. Pasalnya, harga jual dari jagung lebih menjanjikan dibanding kedelai.

"Jagung lebih menguntungkan. Kedelai harganya Rp 4.000. Kedelai itu the loser, orang lebih senang nanam jagung," ungkap Ruswan.

(ze/wep)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Pulo Gebang, Terminal Bus Terbesar di ASEAN Sekelas Bandara

Written By Unknown on Thursday, September 13, 2012 | 10:00 AM

Jakarta - Pemerintah provinsi DKI Jakarta tengah membangun proyek termina bus terbesar se-Asia Tenggara yang kualitasnya sekelas bandara. Dana Rp 5,5 triliun siap dikucurkan.

Ketua Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) DKI Jakarta Sarwo Handhayani mengatakan, pada terminal ini, arus penumpang akan diatur sedemikian rupa untuk mengurangi kepadatan.

"Akan ada pemisahan antar penumpang yang datang dan pergi, seperti bandara. Dan juga di luar kota dan dalam kota terpisah, tapi terhubung dengan baik, dan ada ruang antara yang membuat sinkron keduanya," ungkap Handhayani saat ditemui di Hotel Sultan, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (13/9/12).

Dia mengatakan, terminal ini bakal dilengkapi akses jalan tol dan jalur kereta api yang akan melewati terminal ini. Dia memproyeksikan jalan tol yang akan menjadi akses ke terminal ini akan terkoneksi dengan JORR.

"Bagian dari JORR nanti. Dia juga terintegrasi dengan kereta api," sambungnya.

Tak hanya itu, Deputi Gubernur Bidang Transportasi, Perdagangan, dan Industri DKI Jakarta Soetanto Sudhodho mengatakan, terminal ini pun akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan. Terminal ini ditargetkan beroperasi paling lama 2 tahun lagi.

"Itu terminal yang agak besar, kita melihat aktivitas terminal bukan hanya tempat orang bertransfer pindah moda tapi juga sebagai titik atraksi membuat orang itu ingin datang ke sana untuk memanfaatkan transportasi," imbuhnya.

(zul/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger