Copyright By www.computerandtechnologynews.blogspot.com. Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Tomy Winata: Kami Belum Diundang Soal Jembatan Selat Sunda

Written By Unknown on Wednesday, September 19, 2012 | 10:01 AM

Jakarta - Pengusaha Tomy Winata selaku bagian dari pemrakarsa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) mengaku belum diundang oleh pemerintah soal pembahasan persiapan JSS oleh tim 7. Saat ini tim 7 dari pemerintah masih belum juga menemukan titik temu dan menghasilkan kesepakatan soal nasib persiapan proyek JSS.

"Saya di luar kota, belum ada undangan tersebut kepada kami," kata Tomy kepada detikFinance, Rabu (19/9/2012) saat dikonformasi soal undangan pemerintah terhadap pemrakarsa.

Hari ini Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto mengatakan, Wakil Menteri PU dan Direktur Jenderal Bina Marga akan menemui pemrakarsa JSS untuk melanjutkan pembicaraan mengenai nasib proyek ini.

"Nanti (pembicaraan dengan pemrakarsa) akan dilakukan kalau tidak salah nanti sore atau besok pagi oleh pak Dirjen Bina Marga dan Pak Wamen," ungkap Djoko.

Mengenai perkembangan pembahasan proyek ini, Djoko enggan berkomentar banyak, ia mengatakan hal ini masih belum final. "Masih belum final," katanya.

Belum jelasnya realisasi pelaksanaan Pembangunan JSS ternyata direspons oleh anggota DPR-RI. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PKS Mahfudz Abdurrahman merasa heran dengan kenyataan tersebut.

"Saya cukup kaget mengetahui dari media, bahwa Proyek JSS belum jelas atau clear. Padahal info yang kita dengar terakhir sudah jelas dibahas di Team bentukan Pemerintah, di Team 7 tapi kok malah sekarang dibilang pembahasannya belum final. Belum final apanya dan di mana?, dan publik perlu tahu supaya nanti tidak terjadi kesimpangsiuran informasi," katanya.

Ia mengatakan pihaknya dari Komisi V DPR sangat serius mengamati proyek JSS. Menurutnya kejelasan proyek JSS ini sangat berpengaruh kepada tingkat kepercayaan publik kepada pemerintah, termasuk dari sektor usaha.

"Kalau begini terus kondisinya, target groundbreaking di 2014 bisa tidak tercapai atau meleset," kata Mahfudz

Seperti diketahui Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengusulkan revisi Perpres No 86 Tahun 2011 tentang Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS).

Dalam perkembanganya usulan itu menuai perdebatan karena bakal mengancam kiprah pemrakarsa (pemda Lampung-Banten dan Artha Graha) untuk menyiapkan proyek JSS termasuk studi kelayakan dan basic design.

Kemudian masalah ini dibahas di kantor menko, yang kemudian dibentuk tim 7 sebagai tim inti yang membahas perbaikan maupun rekomendasi terkait persiapan pembangunan JSS. Sejak Juli lalu sejatinya masalah ini sudah ada keputusan namun hingga kini sudah 2 bulan tak ada hasil.

(hen/dnl)


10:01 AM | 0 komentar | Read More

Agus Marto Memohon Pengusaha Tak Gugat Kenaikan Tarif Listrik ke MK

Jakarta - Pemerintah meminta kalangan pengusaha untuk tidak melakukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bentuk penolakan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) 15% tahun depan.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo menanggapi sikap para pengusaha yang menyatakan keberatan dengan rencana kenaikan TDL 15% tahun depan secara bertahap. Salah satu langkah yang akan diambil pengusaha adalah mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Saya ingin sampaikan kepada para pengusaha ataupun stakeholder, kita bicara baik-baik. Ini negara Indonesia, negara sama-sama dan jangan bikin tradisi untuk mudah melakukan judicial review," ujar Agus Marto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Agus Marto menyatakan, kenaikan TDL tersebut merupakan langkah untuk memberikan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia secara merata.

"Kalau subsidi listrik itu sampai Rp 93 triliun, itu kan jumlahnya besar sekali dan kita tahu itu yang di perbatasan-perbatasan banyak sekali rakyat kita yang masih hidup susah dan tidak punya listrik," jelasnya.

"Jadi kita bisa jelaskan bahwa kalau listrik ini dikurangi subsidinya, itu tujuannya adalah untuk mengatur pembelian subsidi supaya lebih tepat untuk rakyat yang memerlukan," tambah Agus Marto.

Dengan kenaikan TDL, maka akan anggaran yang dapat dihemat sebesar Rp 11,8 triliun yang nantinya akan dialokasikan untuk infrastruktur.

"Akan kita akan alokasikan semuanya untuk infrastruktur, ada di 4 area utama, tapi nunggu tanggal 12 Oktober baru dikasih tahu karena pembahasan sama KL baru selesai tanggal 12 Oktober melalui panja belanja," tandasnya.

Berdasar Nota Keuangan RAPBN 2013, belanja energi dipatok sebesar Rp274,74 triliun dengan jumlah subsidi untuk BBM, LPG, dan BBN sebesar Rp 193,8 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 80,9 triliun.

(nia/dnl)


10:01 AM | 0 komentar | Read More

Sudah Kaya, Petani Sawit Kalbar Tak Mau Jual Kebun Sawit ke Malaysia

Sanggau - Para investor Malaysia berbondong-bondong ingin memiliki lahan sawit di Kalimantan Barat (Kalbar). Namun petani atau pemilik lahan sawit di Sanggau Kalbar tak mau menjualnya.

"Ada banyak investor Malaysia yang ingin memiliki, tapi kan sudah habis. Kalau mau beli dari rakyat, rakyat pun nggak mau. Kita juga dorong rakyat agar punya kebun mandiri," ungkap Bupati Sanggau, Setiman H Sudin kepada detikFinance di Sanggau, Kalbar, Rabu (19/9/12).

Ia mengatakan, kehidupan petani atau rakyat yang memiliki lahan sawit di Sanggau sudah terbilang sangat sejahtera. Menurutnya, indikator kesejahteraan petani sawit di daerah ini dilihat dari kepemilikan kendaraan bermotor.

"Rakyat Sanggau kaya-kaya, tingkat kemiskinan kita itu 4,5%. Tidak ada di Sanggau ini yang rumah tidak punya motor. Paling tidak 2 dari 3, dan punya mobil, bahkan punya mobil sewa tadi. Sewa untuk angkut Crude Palm Oil (CPO)," katanya.

Saat ini, lanjutnya, Sanggau memiliki 200 ribu hektar lahan sawit ditambah dengan 14 pabrik pengolahan sawit. Ia mengakui, Sanggau merupakan daerah penghasil sawit terbesar di Kalimantan Barat.

"Produksi CPO kita terbesar dari penghasil CPO Kalbar, yaitu 36%," katanya.

Porsi kepemilikan lahan sawit, menurut Setiman didominasi oleh swasta. Sebagian lainnya dimiliki oleh BUMN, dan rakyat.

"BUMN PTPN kecil, cuma 60 ribu hektar, yang lainnya swasta dan rakyat. Rakyat juga kecil, ada yang plasma dan mandiri. Ada juga milik Malaysia Murni seluas 8 ribu hektar, dan kemarin ada yang dijual ke Pakistan seluas 10-an ribu hektar," pungkasnya.

(zul/hen)


10:01 AM | 0 komentar | Read More

Arab Saudi Turun Tangan, Harga Minyak Langsung Turun

Jakarta - Harga minyak langsung turun setelah Arab Saudi menyatakan bakal memperbesar pasokan minyak mentah ke pasar internasional untuk menahan laju kenaikan harga minyak.

Pada perdagangan malam ini, harga minyak jenis Brent untuk pengiriman November turun 50 sen ke US$ 111,53 per barel di pasar London. Sementara harga minyak jenis Light Sweet d New York turun 21 sen ke US$ 95,08 per barel.

"Harga minyak tertekan rencana Arab Saudi untuk mengerahkan seluruh kemampuannya menekan harga minyak ke US$ 100 per barel," ujar Analis dari Commerzbank Carsten Fritsch dikutip dari AFP, Rabu (19/9/2012).

Sebelumnya, Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan, bulan ini harga minyak sudah terlalu tinggi. Timbul kekhawatiran, tingginya harga energi bakal menahan laju pertumbuhan ekonomi dunia.

Bulan lalu Arab Saudi memproduksi 9,9 juta barel per hari, tapi pejabat senior di Arab Saudi mengatakan mereka sekarang sedang memompa lagi di kisaran 10 juta barel per hari.
"Kami sedang berkonsultasi dengan klien-klien kami tentang kebutuhan minyak mereka dan memberitahu mereka bahwa kami siap untuk memasok lebih banyak," kata pejabat senior tersebut.

Arab Saudi ingin menurunkan harga sembari menghindari konfrontasi terbuka dengan Iran. Teheran telah memperingatkan Arab Saudi untuk tidak meningkatkan produksi minyak mentah demi mengurangi dampak sanksi AS dan negara-negara Eropa terhadap ekspor minyak mentah Iran yang jatuh ke rekor terendah dalam 22 tahun yakni 2,85 juta barel per hari pada bulan Agustus.

Pasar minyak sedang was-was seiring protes anti AS menyebar ke seluruh Timur Tengah dan ketegangan di antara Israel dan Iran terus memanas. Sebuah pengeboran minesweeping bawah laut besar juga sedang dilakukan oleh lebih dari 20 tim Angkatan Laut termasuk AS, Inggris dan Perancis di Selat Hormuz, salah satu titik potensial terpenting di dunia bagi tanker-tanker minyak.

(dnl/hen)


10:01 AM | 0 komentar | Read More

Maskapai Penerbangan Minta Tarif Batas Atas Dinaikkan

Jakarta - Maskapai penerbangan Indonesia dalam Indonesia National Air Carriers Association (INACA) meminta penyesuaian tarif batas atas pada harga tiket pesawat. Pasalnya, sudah terjadi peningkatan jika dilihat beberapa aspek.

"Waktu itu ada kesepakatan dalam penentuan batas atas, bisa dilakukan review. Kalau fuel (harga avtur) naik 10%, bisa melakukan," kata Ketua Umum INACA Emisyah Satar di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (19/9/2012).

"Tadi anggota kemukakan itu dan sudah sepakat," imbuhnya.

Ia menambahkan, tidak melulu rencana kenaikan batas atas karena tingginya biaya opersional seperti gaji karyawan. Ada perhitungan teknis lain seperti kenaikan inflasi yang selalu merangkak naik.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti menegaskan, usulan operator bandara ini siap diterima. Namun mereka harus menyampaikannya secara tertulis dan didasari dengan perhitungan yang jelas.

"Jadi tadi ada pembahasan. Airlines minta naik, minta untuk dievaluasi," paparnya.

Sebagai regulator tentu Kementerian Perhubungan akan mengkaji usulan ini. Terlebih jika ini merugikan masyarakat, akan ditentang.

"Belum tentu akan naik. Kalau sebagai regulator tentu kita bela penumpang. Dan rata-rata nggak mau naik," tegasnya.

(wep/dru)


10:01 AM | 0 komentar | Read More

Perusahaan Penerbangan Desak Agus Marto Hapus Pajak Berganda

Jakarta - Asosiasi maskapai penerbangan Indonesia (INACA) meminta Menteri Keuangan Agus Martowardjojo menghapuskan pajak berganda dalam industri penerbangan.

Langkah ini bertujuan untuk menyeragamkan aturan main maskapai penerbangan tingkat regional, dan operator pesawat bisa bersaing dengan pihak asing.

"Masalah pajak berganda, PPh pasal 26 yang besarnya 20% terkait pajak sewa menyewa. Ini memberatkan," kata Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Emirsyah Satar di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (19/9/2012).

Menurutnya, pajak sewa pesawat dikenakan berlipat hingga menambah ongkos produksi. Maskapai yang biasanya menerapkan sistem sewa kepada lessor keberatan. Padahal di negara lain aturan ini tidak berlaku.

"Ganda. Saat kita melakukan penyewaan pesawat, maka sewa total kita jadi tinggi. Padahal lessor terima nett," tegasnya.

Hal ini pun sudah disampaikan INACA melalui forum resmi Kadin Indonesia bidang Perhubungan kepada Agus Marto, dan disambut baik. "Sudah dikemukakan dan Menkeu sambut baik," tegasnya.

Selain itu, rapat kerja INACA 2012 juga membahas kesiapan ASEAN open sky para maskapai penerbangan lokal. Menurut Emir, seluruh maskapai penerbangan lokal tengah bersiap menyambut tantangan ini.

Namun INACA meminta dukungan dari Kementerian Perhubungan, hingga pertumbuhan industri aviasi dalam negeri bisa dinikmati secara maksimal oleh maskapai penerbangan lokal.

"Kita minta support regulator dengan adanya ASEAN Open Sky di 2015 yang sudah di depan mata," tegas Emir.

Mengomentari hal ini, Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti menyatakan kesiapannya. Secara umum memang regulator tetap menempatkan maskapai penerbangan asing pada pilihan ke dua.

"Iya (Insentif kepada domestik lebih banyak?). Dan memang pembatasan (maskapai penerbangan asing) dibuka baru lima. Namun yang saya tekankan, Open Sky bukan berarti jelek. Ini kesempatan untuk menjadi batu loncatan, yang biasa kuat di domestik ke luar," imbuh Herry.

(wep/hen)


10:01 AM | 0 komentar | Read More

Bos-bos Maskapai Penerbangan Mengeluh Soal Bandara Penuh

Jakarta - Asosiasi maskapai penerbangan Indonesia (INACA) mendesak pengelola bandara untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi layanan. Apalagi saat ini industri aviasi makin berkembang, sementara kapasitas bandara sudah kelebihan kapasitas.

Saat ini proses perluasan dan pembangunan bandara baru sudah mulai berjalan antara lain di Soekarno-Hatta dan bandara lainnya. Namun itu memerlukan waktu, sehingga pihak pengelola bandara AP I & II harus melakukan perbaikan.

"Kita lihat saat ini penerbangan Indonesia tumbuh dan bertambah kapasitas. Karena ekonomi tumbuh, mau tidak mau penumpang naik. Pesawat nambah dan muncul airline baru. Sementara kapasitas bandara sudah tidak sesuai," kata Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA) atau asosiasi maskapai penerbangan Indonesia Emisyah Satar di Jakarta, di Hotel Borobudur Jakarta, Rabu (19/9/2012).

"Harus dilakukan perluasan terminal, runway, taxi way, atau speed taxi way secara paparel. Lalu pengaturan slot time dan pelayanan ATC," tambah Emir.

Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti juga menyampaikan, memang kapasitas bandara di Indonesia sudah tidak mampu menampung penumpang. Contohnya Soekarno-Hatta yang berkapasitas 22 juta penumpang, namun realitasnya melayani 52 juta penumpang per tahun.

Pemerintah pun melakukan pembanguna bandara di beberapa wilayah, diantaranya Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Palembang, Bangka Belitung, Bandung, Surabaya, dan Balikpapan.

"Memang sudah ada gap. Sekarang ini kan ada pembangunan bandara. Kita minta AP kembangkan. Jakarta melihat growth jalan terus, Jakarta perlu multi airport. Untuk mengefisienkan lagi, bangun speed taxi way," imbuhnya.

(wep/hen)


10:01 AM | 0 komentar | Read More

Emirsyah Satar dan Musibah Beijing

Beijing - Musibah bisa datang kapan saja. Itu pula yang dialami Emirsyah Satar, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Saat bersepeda menuju Great Wall, Beijing, sebuah mobil sedan tiba-tiba mendekati dirinya dan brakk!! Laki-laki penyuka bersepeda ini pun jatuh tersungkur.

Kecelakaan ini terjadi pada hari Minggu (16/9/2012) sekitar pukul 13.00 waktu Beijing. Saat itu, di tengah cuaca yang cukup terik, Emirsyah bersepeda bersama Dubes RI untuk China Imron Cotan. Kedua tokoh ini bersepeda menuju Great Wall dengan start dari tengah kota Beijing dengan jarak tempuh sekitar 76 KM.

Tidak hanya berdua. Ikut pula dalam acara 'Bike to Great Wall with Ambassador' ini sekitar 150 warga Indonesia yang memang penghobi bersepeda. Para pesepeda ini terbang dari Jakarta menuju Beijing memanfaatkan promo tiket Jakarta-Beijing-Jakarta dengan harga yang sangat murah. Sepeda-sepeda mereka ikut dibawa serta dalam pesawat tersebut.

Start dari tengah kota Beijing sekitar pukul 06.30. Acara yang digelar juga dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-67 RI itu menempuh dua etape. Etape pertama sekitar 25 KM dengan medan yang landai. Setelah itu, etape kedua sekitar 56 KM dengan medan yang menanjak hingga Great Wall.

"Semula kami perkirakan sampai di Great Wall pukul 14.00. Tapi ternyata kami tiba lebih awal, finish pukul 12.30. Jadi kami bisa mengayuh sepeda lebih cepat dari yang diperkirakan," kata Imron Cotan bangga.

Namun, kesuksesan itu dibalut dengan cerita sedih. 5 KM menjelang finish, Emirsyah Satar diserempet dari belakang oleh sebuah mobil. Emirsyah tersungkur di pinggir jalan.

"Saya hanya luka ringan, lecet sedikit di sebelah sini saja," kata Emirsyah sambil menunjuk lengan siku kirinya. "Sepeda saya juga tidak rusak kok," sambung dia saat ditemui detikFinance di China World Hotel, Beijing.

Emirsyah pun menceritakan bagaimana dirinya bisa ditabrak mobil. "Saat itu, saya mengayuh sepeda saya di pinggir jalan sebelah kanan (di Beijing, mobil bersetir kiri-Red). Tiba-tiba saya melihat ada mobil di belakang saya yang mendekati saya dan kemudian menabrak saya," ujar dia.

Mobil itu kemudian berhenti. "Dia minta maaf ke saya. Tapi saya tanya mengapa kok sampai menabrak saya. Dia bilang saya menyetir sambil melihat sebuah restoran di sebelah kiri jalan," kata Bos Garuda kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 ini.

Karena hanya luka lecet di bagian lengan dan sepeda juga tidak rusak, Emirsyah tak mau lama-lama mempersoalkan masalah itu dan melanjutkan perjalanannya menuju Great Wall. "Alhamdulillah semua peserta sampai Great Wall, kebetulan cuaca juga sangat bagus," kata pria asal Sumatera Barat itu.

Yang cukup mengejutkan dari acara bersepeda ini adalah peserta tertua yang tiba di finish paling awal. "Ada peserta yang sudah berusia 71 tahun, dan beliau itu yang paling awal sampai di finish," kata Imron. Kegiatan bersepeda menuju Great Wall ini diliput oleh beberapa media setempat.

(asy/dnl)


10:01 AM | 0 komentar | Read More

Emirsyah Satar dan Musibah Beijing

Beijing - Musibah bisa datang kapan saja. Itu pula yang dialami Emirsyah Satar, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk. Saat bersepeda menuju Great Wall, Beijing, sebuah mobil sedan tiba-tiba mendekati dirinya dan brakk!! Laki-laki penyuka bersepeda ini pun jatuh tersungkur.

Kecelakaan ini terjadi pada hari Minggu (16/9/2012) sekitar pukul 13.00 waktu Beijing. Saat itu, di tengah cuaca yang cukup terik, Emirsyah bersepeda bersama Dubes RI untuk China Imron Cotan. Kedua tokoh ini bersepeda menuju Great Wall dengan start dari tengah kota Beijing dengan jarak tempuh sekitar 76 KM.

Tidak hanya berdua. Ikut pula dalam acara 'Bike to Great Wall with Ambassador' ini sekitar 150 warga Indonesia yang memang penghobi bersepeda. Para pesepeda ini terbang dari Jakarta menuju Beijing memanfaatkan promo tiket Jakarta-Beijing-Jakarta dengan harga yang sangat murah. Sepeda-sepeda mereka ikut dibawa serta dalam pesawat tersebut.

Start dari tengah kota Beijing sekitar pukul 06.30. Acara yang digelar juga dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan ke-67 RI itu menempuh dua etape. Etape pertama sekitar 25 KM dengan medan yang landai. Setelah itu, etape kedua sekitar 56 KM dengan medan yang menanjak hingga Great Wall.

"Semula kami perkirakan sampai di Great Wall pukul 14.00. Tapi ternyata kami tiba lebih awal, finish pukul 12.30. Jadi kami bisa mengayuh sepeda lebih cepat dari yang diperkirakan," kata Imron Cotan bangga.

Namun, kesuksesan itu dibalut dengan cerita sedih. 5 KM menjelang finish, Emirsyah Satar diserempet dari belakang oleh sebuah mobil. Emirsyah tersungkur di pinggir jalan.

"Saya hanya luka ringan, lecet sedikit di sebelah sini saja," kata Emirsyah sambil menunjuk lengan siku kirinya. "Sepeda saya juga tidak rusak kok," sambung dia saat ditemui detikFinance di China World Hotel, Beijing.

Emirsyah pun menceritakan bagaimana dirinya bisa ditabrak mobil. "Saat itu, saya mengayuh sepeda saya di pinggir jalan sebelah kanan (di Beijing, mobil bersetir kiri-Red). Tiba-tiba saya melihat ada mobil di belakang saya yang mendekati saya dan kemudian menabrak saya," ujar dia.

Mobil itu kemudian berhenti. "Dia minta maaf ke saya. Tapi saya tanya mengapa kok sampai menabrak saya. Dia bilang saya menyetir sambil melihat sebuah restoran di sebelah kiri jalan," kata Bos Garuda kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 ini.

Karena hanya luka lecet di bagian lengan dan sepeda juga tidak rusak, Emirsyah tak mau lama-lama mempersoalkan masalah itu dan melanjutkan perjalanannya menuju Great Wall. "Alhamdulillah semua peserta sampai Great Wall, kebetulan cuaca juga sangat bagus," kata pria asal Sumatera Barat itu.

Yang cukup mengejutkan dari acara bersepeda ini adalah peserta tertua yang tiba di finish paling awal. "Ada peserta yang sudah berusia 71 tahun, dan beliau itu yang paling awal sampai di finish," kata Imron. Kegiatan bersepeda menuju Great Wall ini diliput oleh beberapa media setempat.

(asy/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More

Mafia BBM Berkeliaran di Depan Mata, Ini Buktinya

Written By Unknown on Tuesday, September 18, 2012 | 10:00 AM

Jakarta - Besaran kuota BBM subsidi tahun ini mencapai 40 juta kiloliter (KL), dan akan ditambah 4 juta KL. Sebanyak 77% salah sasaran dan bahkan diselundupkan. Adakan mafia BBM subsidi?

Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan, mafia BBM skala besar memang sulit dibuktikan. Tapi mafia ini tetap ada, pasalnya yang skala kecil saja banyak dan nyata ada, apalagi yang skala besar.

"Susah-susah buktikan, yang kecil saja banyak. Contoh ada SPBU yang kosong premiumnya, tapi jalan beberapa meter dari SPBU tersebut sudah banyak penjual BBM eceran pakai botol dengan harga Rp 7.000 per liter," ujar Satya ketika dihubungi, Selasa (18/9/2012).

Satya bilang, menjadi pertanyaan bagaimana para pedagang eceran ini mendapatkan BBM subsidi. Menurutnya, bisa dia bekerjasama dengan SPBU dengan mengisi pakai drum atau jeriken, atau memodifikasi tangki kendaraannya, atau bolak-balik isi mengantre di SPBU.

"Yang seperti itu kan sudah merupakan penyalahgunaan BBM subsidi, tapi bisa ditindak? Sulit, kecil apalagi yang besar," ujarnya.

Contoh lainnya, kata Satya, beberapa waktu lalu ada daerah (Kalimantan) yang meminta tambahan BBM subsidi terutama untuk solar, padahal pertumbuhan kendaraannya sedikit, namun pertumbuhan industrinya meningkat tinggi.

"Tidak perlu konsultan hebat untuk mengetahui ke mana larinya dan untuk apa permintaan tambahan BBM subsidi tersebut," ucapnya.

Dikatakan Satya, daripada memusingkan untuk membuktikan mafia-mafia BBM subsidi tersebut, lebih baik mengatasi masalah dari akarnya. Masalahnya apalagi kalau bukan disparitas harga antara BBM subsidi dan non subsidi yang terlampau lebar.

"Jika disparitas harganya makin dikecilkan sehingga tidak terlalu menguntungkan lagi untuk dicuri, diselundupkan atau apapun itu, mafia-mafia seperti ini juga lama-lama hilang sendirinya," cetus Satya.

Menurut laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.

Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.

Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.

"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka", kata Jero.

(rrd/dnl)


10:00 AM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger